KERUSAKAN
LINGKUNGAN
untuk
meemenuhi salah tugas mata kuliah Aspek Lingkungan
Disusun
oleh,
Andini Suci Maharani_167011039
Rima Nur Rohmah_167011033
Rizki Alimuddin_167011067
Taofik Rizkyana P._167011081
TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SILIWANGI
2017
PENDAHULUAN
Lingkungan
merupakan kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup kondisi alam dengan
perilaku manusia yang berada di lingkungan yang bersangkutan. Manusia merupakan
unsur utama dalam lingkungan, baik buruknya, terjaga dan rusaknya lingkungan
sebagian besar diperankan oleh perilaku manusia.
Keadaan
suatu lingkungan tergantung pada sikap dan perilaku manusia, jika kita menjaga
dan bersikap baik dengan lingkungan sekitar maka lingkungan tersebut akan
bersih dan nyaman. Sebaliknya pula ketika manusia bersikap tidak adil dan
merusak lingkungan maka lingkungan tersebut akan rusak, kotor hingga
menimbulkan berbagai permasalahan. Lingkungan dapat menentukan masa depan,
ketika saat ini kita menjaga lingkungan maka generasi selanjutnya akan
mendapatkan lingkungan yang baik, sebaliknya pula ketika sekarang misalnya
menguras sumberdaya alam tanpa pemberdayaan kembali hingga musnahlah, maka
generasi selanjutnya tidak akan mendapatkan lingkungan yang baik dan nyaman.
Lingkungan
memiliki cakupan yang luas hingga mempenaruhi paradigma kehidupan, dengan kata
lain aspek lingkungan bergantung kondisi lingkungan. Oleh karena itu, kita
harus menjaga lingkungan hidup kita agar tidak terjadi berbagai problem yang diakibatkan
dari lingkungan. Upaya dalam menjaga lingkungan yang paling inti adalah pola
pikir, Indonesia kaya akan sumberdaya alam dan merupakan negara maritim, namun
mirisnya makanan pokok masih bergantung pada negara lain bahkan garam pun masih
Inpor. Sangat disayangkan Indonesia juga memiliki sumber daya manusia yang
melimpah. Namu, belum bisa mengmbangi pengelolaan sumber daya alam dan
lingkungannya dengan efektif. Padahal melihat daripada kemelihampahan sumber
daya alam dan suber daya manusia harusnya Indonesia mampu memenuhi kebutuhan
rumah tangganya sendiri. Pola piker manusia kala ini sudah banyak dipengaruhi
oleh ekonomi, serta krisis perekonomian yang membuat masyarakat mengesampingkan
kondisi lingkungan. Dalam kesempatan kali ini kami akan menjelaskan beberapa
kerusakan yang terjadi di lingkungan sekitar kita.
Kerusakan lingkungan akibat proses
alam adalah kerusakan terhadap
lingkungan hidup yang disebabkan oleh faktor alam. Kerusakan ini terjadi secara
alami tanpa campur tangan atau peranan manusia. Meskipun terkadang manusia pun
bisa menjadi pemicu awal terjadi proses kerusakan lingkungan secara tidak
langsung.
Kerusakan lingkungan hidup oleh faktor alam disebabkan terjadinya gejala atau
peristiwa alam yang terjadi secara hebat sehingga memengaruhi keseimbangan
lingkungan hidup. Peristiwa-peristiwa tersebut terjadi di luar pengaruh
aktifitas manusia sehingga manusia tidak mampu mencegah terjadinya.
Beberapa peristiwa alam yang dapat memengaruhi kerusakan
lingkungan, antara lain letusan gunung berapi, gempa bumi, tanah longsor,
banjir, badai dan angin topan, kemarau panjang (kekeringan), dan tsunami.
Kerusakan
Lingkungan Akibat Gunung Meletus
Keusakan
lingkungan yang diakibatkan oleh gunung meletus
Gunung
meletus adalah peristiwa keluarnya endapan magma dari perut bumi yang didorong
oleh gas bertekanan tinggi yang terjadi pada gunung-gunung berapi. Hasil letusan gunung berapi antara
lain lava, lahar, gas vulkanik, hujan abu, dan awan panas yang dapat
mempengaruhi lingkungan di sekitarnya. Bentuk kerusakan lingkungan yang dapat
diakibatkan oleh meletusnya gunung berapi antara lain :
- Material
padat yang dilemparkan oleh gunung api berupa batuan, kerikil, dan pasir
yang dapat merusak, menimpa, bahkan menimbun lahan pertanian, hutan,
perkebunan, hingga pemukiman penduduk dan sumber air bersih.
- Hujan abu
vulkanik yang menyertai letusan gunung berapi menyebabkan gangguan
pernafasan, mempengaruhi jarak pandang dan intensitas cahaya matahari,
menutup dan merusak tanaman pertanian, mengganggu aktifitas transportasi,
dan sebagainya sebagainya, sehingga akan mengurangi produksi dan aktivitas
manusia.
- Lava panas
(pijar) yang meleleh merusak daerah yang dilaluinya, baik berupa hutan,
perkebunan, lahan pertanian hingga pemukiman penduduk.
- Awan panas
dengan berbagai material yang dibawanya, bergerak dalam kecepatan tinggi
dan suhu yang mencapai ratusan derajat dapat menghanguskan wilayah yang
diterjangnya termasuk menewaskan manusia dan makhluk hidup lainnya.
- Aliran lahar
dapat menyebabkan pendangkalan sungai, atau menyebabkan terjadinya banjir
bandang saat musim penghujan.
- Gas yang
mengandung racun dapat mengancam keselamatan manusia, hewan, dan tumbuhan di sekitarnya.
Kerusakan
Lingkungan Akibat Gempa Bumi
Gempa
bumi adalah peristiwa alam berupa getaran atau gerakan bergelombang pada kulit
bumi yang ditimbulkan oleh tenaga dari dalam secara tiba-tiba. Gempa bumi
mengakibatkan kerusakan lingkungan berupa :
- Kerusakan
bangunan.
- Tanah
longsor.
- Perubahan
struktur tanah dan batuan
- Degradasi
lahan dan kerusakan bentang lahan
- Pencemaran
udara
- Krisis air
bersih
- Tsunami
(gempa bumi di laut)
- Jatuhnya
korban baik manusia, hewan, maupun tumbuhan.
Kerusakan
Lingkungan Akibat Tanah Longsor
Tanah
longsor adalah peristiwa geologi yang diakibatkan oleh pergerakan masa
batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau
gumpalan besar tanah. Tanah longsor dapat diakibatkan oleh erosi karena gerusan
air pada kaki lereng yang curam, melemahnya lereng dari bebatuan dan tanah
akibat saturasi yang diakibatkan hujan lebat, getaran dari gempa bumi, gunung
meletus, maupun mesin dan lalu lintas kendaraan, serta dipicu oleh minimnya
pepohonan pada tebing-tebing curam.
Tanah
longsor mengakibatkan kerusakan lingkungan seperti kerusakan bangunan,
kerusakan lahan pertanian dan perkebunan, memutus jalur transportasi, krisis
air bersih hingga jatuhnya korban.
Kerusakan
Lingkungan Akibat Banjir
Banjir adalah peristiwa terendamnya
daratan oleh air yang berlebihan. Banjir mengakibatkan kerusakan mulai dari
kerusakan fisik, terkontaminasinya air bersih, membunuh tumbuhan yang tidak
tahan air dan hewan, pencemaran lingkungan, penyebaran penyakit, hingga bencana
susulan seperti longsor serta jatuhnya korban.
Kerusakan
Lingkungan Akibat Badai dan Angin Topan
Badai,
angin topan, angin puting beliung, angin ribut, dan sejenisnya adalah bencana
alam yang disebabkan oleh pergerakan udara yang sangat kencang yang dipicu
perbedaan tekanan udara. Bencana ini mengakibatkan kerusakan lingkungan
diantaranya robohnya (rusaknya) bangunan dan pepohonan, rusaknya area pertanian
dan perkebunan, dan tingginya ombak di laut.
Kerusakan
Lingkungan Akibat Tsunami
Tsunami
adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut
secara vertikal dengan tiba-tiba. Tsunami dapat diakibatkan oleh gempa bumi
yang terjadi di laut, letusan gunung berapi bawah laut, ataupun longsor di
dasar laut. Tsunami meninggalkan kerusakan lingkungan di dalam laut maupun di
sekitar pantai. Kerusakan-kekrusakan tersebut diantaranya adalah rusaknya terumbu karang dan lamun, kerusakan fisik di
sekitar pantai, serta jatuhnya korban manusia.
Kerusakan
Lingkungan Akibat Kekeringan
Kekeringan
mengakibatkan kerusakan lingkungan
Kekeringan adalah kurangnya pasokan air pada suatu lokasi
yang berlangsung berkepanjangan dan umumnya terjadi pada musim kemarau.
Kekeringan dapat menimbulkan kerusakan lingkungan berupa kerusakan lahan
pertanian dan perkebunan, menurunnya kualitas tanah, hingga matinya organisme.
Bencana-bencana alam yang menyebabkan kerusakan
lingkungan sebagaimana tersebut di atas, beberapa diantaranya murni karena
proses alam. Sehingga terjadinya mutlak dipengaruhi faktor alam tanpa campur
tangan manusia. Namun pada beberapa peristiwa alam, sering kali, secara tidak
langsung terkait juga dengan aktifitas yang dilakukan manusia. Sebagai contoh
bencana banjir dan tanah longsor yang kerap kali menjadi imbas dari aktifitas
manusia yang tidak ramah lingkungan. Pun pada bencana alam kekeringan yang bisa
dipicu aktifitas manusia yang menyebabkan kurangnya air yang terserap sebagai
cadangan air di dalam tanah.
Penyebab dan dampak pencemaran air
oleh limbah pemukiman
sepertinya menjadi salah satu sumber utama dan penyebab pencemaran air yang
memberikan dampak paling kentara terutama pada masyarakat perkotaan di
Indonesia.
Limbah pemukiman (rumah tangga) yang menjadi salah satu
penyebab pencemaran air diakibatkan oleh aktivitas manusia itu sendiri. Dan pada
akhirnya pencemaran air ini juga memberikan dampak dan akibat merugikan bagi
manusia itu pula.
Pnaegagunn
deterjen yang berlebihan merangsang tumbuhnya eceng gondok (gambar wikipedia)
Sebagaimana pernah saya tulis dalam artikel Pencemaran Air di Indonesia, pencemaran air merupakan suatu
perubahan keadaan tempat penampungan air yang mengakibatkan menurunnya kualitas
air sehingga air tidak dapat dipergunakan lagi sesuai peruntukannya. Perubahan
ini diakibatkan oleh aktivitas manusia.
Limbah
Pemukiman. Salah satu
penyebab pencemaran air adalah aktivitas manusia yang kemudian menciptakan
limbah (sampah) pemukiman atau limbah rumah tangga.
Limbah pemukiman mengandung limbah domestik berupa sampah
organik dan sampah anorganik serta deterjen. Sampah organik adalah sampah yang
dapat diuraikan atau dibusukkan oleh bakteri seperti sisa sayuran, buah-buahan,
dan daun-daunan. Sedangkan sampah anorganik seperti kertas, plastik, gelas atau kaca, kain,
kayu-kayuan, logam, karet, dan kulit. Sampah anorganik ini tidak dapat
diuraikan oleh bakteri (non biodegrable).
Selain sampah organik dan anorganik, deterjen merupakan
limbah pemukiman yang paling potensial mencemari air. Padahal saat ini hampir
setiap rumah tangga menggunakan deterjen.
Dampak
pencemaran air yang disebabkan oleh limbah pemukiman mendatangkan akibat atau
dampak diantaranya:
- Berkurangnya
jumlah oksigen terlarut di dalam air karena sebagian besar oksigen
digunakan oleh bakteri untuk melakukan proses pembusukan sampah.
- Sampah
anorganik ke sungai, dapat berakibat menghalangi cahaya matahari sehingga
menghambat proses fotosintesis dari tumbuhan air dan alga, yang
menghasilkan oksigen.
- Deterjen
sangat sukar diuraikan oleh bakteri sehingga akan tetap aktif untuk jangka
waktu yang lama di dalam air, mencemari air dan meracuni berbagai
organisme air.
- Penggunaan
deterjen secara besar-besaran juga meningkatkan senyawa fosfat pada air
sungai atau danau yang merangsang pertumbuhan ganggang dan eceng gondok (Eichhornia
crassipes).
- Pertumbuhan
ganggang dan eceng gondok yang tidak terkendali menyebabkan permukaan air
danau atau sungai tertutup sehingga menghalangi masuknya cahaya matahari
dan mengakibatkan terhambatnya proses fotosintesis.
- Tumbuhan air
(eceng gondok dan ganggang) yang mati membawa akibat proses pembusukan
tumbuhan ini akan menghabiskan persediaan oksigen.
- Material
pembusukan tumbuhan air akan mengendapkan dan menyebabkan pendangkalan.
Selain diakibatkan oleh limbah pemukiman (rumah tangga)
sumber atau penyebab pencemaran air juga disebabkan oleh limbah pertanian,
limbah industri, dan di beberapa tempat tertentu diakibatkan oleh limbah
pertambangan.
Menangani Limbah Pemukiman. Perlu kesadaran dari semua lapisan
masyarakat untuk berlaku bijak dengan limbah rumah tangga yang dihasilkannya.
Pengelolaan sampah, perubahan gaya hidup dan pola
pikir tentang sampah, melakukan 3R (Reuse Reduce dan Recycle), serta
tidak membuang sampah terutama di sungai dan tempat penampungan air semisal
sungai dan danau perlu dilakukan oleh semua pihak untuk mengurangi dampak
pencemaran air yang disebabkan oleh limbah rumah tangga (pemukiman).
Dan semua itu hanya bisa diwujudkan dengan sebuah tindakan
kecil sebagai awalan; memulai dari diri sendiri!
Penyebab dan dampak pencemaran udara yang paling utama selalu terkait
dengan manusia. Manusia menjadi penyebab utama dan terbesar terjadinya
pencemaran udara. Pun manusia pula yang merasakan dampak terburuk dari
terjadinya pencemaran udara.
Pencemaran udara merupakan salah satu kerusakan
lingkungan, berupa penurunan
kualitas udara karena masuknya unsur-unsur berbahaya ke dalam udara atau
atmosfer bumi. Unsur-unsur berbahaya yang masuk ke dalam atmosfer tersebut bisa
berupa karbon monoksida (CO), Nitrogen dioksida (No2), chlorofluorocarbon
(CFC), sulfur dioksida (So2), Hidrokarbon (HC), Benda Partikulat, Timah (Pb),
dan Carbon Diaoksida (CO2). Unsur-unsur tersebut bisa disebut juga sebagai
polutan atau jenis-jenis bahan pencemar udara.
Masuknya polutan ke dalam atmosfer yang menjadikan
terjadinya pencemaran udara
bisa disebabkan dua faktor, yaitu faktor alam dan faktor manusia. Penyebab
pencemaran udara dari faktor adalah alam contohnya adalah aktifitas gunung
berapi yang mengeluarkan abu dan gas vulkanik, kebakaran hutan,
dan kegiatan mikroorganisme. Polutan yang dihasilkan biasanya berupa asap,
debu, dan gas.
Pencemaran udara
Penyebab
polusi udara yang kedua adalah faktor manusia dengan segala aktifitasnya.
Berbagai kegiatan manusia yang dapat menghasilkan polutan antara lain :
- Pembakaran;
Semisal pembakaran sampah, pembakaran pada kegiatan rumah tangga,
kendaraan bermotor, dan kegiatan industri. Polutan yang dihasilkan antara
lain asap, debu, grit (pasir halus), dan gas (CO dan NO).
- Proses
peleburan; Semisal proses peleburan baja, pembuatan soda, semen, keramik,
aspal. Polutan yang dihasilkannya meliputi debu, uap, dan gas.
- Pertambangan
dan penggalian; Polutan yang dihasilkan terutama adalah debu.
- Proses
pengolahan dan pemanasan; Semisal proses pengolahan makanan, daging, ikan,
dan penyamakan. Polutan yang dihasilkan meliputi asap, debu, dan bau.
- Pembuangan
limbah; baik limbah industri maupun limbah rumah tangga. Polutannya adalah
gas H2S yang menimbulkan bau busuk.
- Proses
kimia; Semisal pada pemurnian minyak bumi, pengolahan mineral, dan
pembuatan keris. Polutan yang dihasilkan umunya berupa debu, uap dan gas.
- Proses
pembangunan; Semisal pembangunan gedung-gedung, jalan dan kegiatan yang
semacamnya. Polutannya seperti asap dan debu.
- Proses
percobaan atom atau nuklir; Polutan yang dihasilkan terutama adalah gas
dan debu radioaktif.
Manusia
Penyebab Utama Pencemaran Udara
Emisi
akibat gunung meletus masih kalah dibanding emisi akibat aktivitas manusia
Di awal artikel sudah dituliskan bahwa manusia menjadi
penyebab utama dan terbesar terjadinya pencemaran udara. Belum lagi jika
kebakaran hutan, sebagai salah satu penyebab polusi udara terbesar, dimasukkan
sebagai pencemaran udara yang disebabkan oleh manusia. Karena tidak dapat
dipungkiri bahwa sebagian besar kebakaran hutan dan lahan sengaja dilakukan
oleh manusia.
Faktor alami penyebab pencemaran udara terbesar lainnya
adalah meletusnya gunung berapi. Letusan gunung berapi sangat luar biasa.
Meskipun demikian, menurut penelitian, seluruh gunung api di dunia mengeluarkan
hanya 0,13 hingga 0,44 miliar ton CO2 per tahunnya. Jumlah ini ternyata tidak
sebanding dengan emisi karbon dioksida yang dihasilkan oleh manusia melalui
pabrik-pabrik dan kendaraan bermotor. Kendaran bermotor saja menyumbangkan
emisi karbon hingga 2 miliar pertahunnya. Pada tahun 2010 saja, berbagai
aktivitas manusia telah menambahkan sedikitnya 35 miliar ton emisi karbon
dioksida ke atmosfer.
PENCEMARAN SUNGAI
Sumber
: INDOPOS.CO.ID
Sebanyak
7.000 ton per hari sampah dibuang ke Sungai Ciliwung
Peristiwa
yang seperti terlihat digambar merupakan kerusakan lingkungan yang sangat
serius. Dengan sampah yang begitu sangat banyak di kali ciliwung akan berdampak
buruk bagi daerah khususnya masyarakat disana.
Sampah
yang dibuang ke sungai tersebut akan mempunyai berbagai dampak bagi warga
sekitar, diantaranya :
1. Bagi
lingkungan
a. Air sungai tidak dapat mengalir secara normal karena pada
aliran sungai terhambat oleh tumpukan sampah
b. Pada musim hujan, banjir terjadi karena sungai tidak
berfungsi dengan baik.
c. Ikan-ikan pada spesies tertentu banyak yang punah karena
jenis sampah tertentu mengandung zat kimia yang dapat merusak ekosistem di
sungai
d. Kualitas air menjadi buruk disertai dengan bau yang tak
sedap.
2. Bagi
Kesehatan Masyarakat
Masyarakat yang tinggal di sekitar sungai
tentunya memanfaatkan sungai dalam kehidupan sehari-hari mereka, baik mencuci,
memasak, mandi maupun minum. Ketika mereka menggunakan air sungai yang telah
tercemar, tentu akan ada efek samping yang dirasakan. Efek samping utama yang
diterima oleh masyarakat ialah penyakit. Penyakit yang terjadi umumnya ialah
penyakit diare. Diare dapat terjadi akibat protozoa maupun bakteri. Umumnya
diare disebabkan oleh bakteri dalam air. Air yang kotor digunakan untuk mencuci
sehingga bakteri tertinggal di benda-benda yang kemudian digunakan oleh warga.
Selain diare, penyakit lain yang dapat
menyerang warga ialah cacingan. Cacingan terjadi akibat infeksi dari telur
cacing yang masuk ke tubuh manusia. Penyakit ini ditandai dengan perut buncit
namun kondisi tubuh yang kurus. Penyakit kulit juga merupakan penyakit yang
umum diderita masyarakat pengguna air tercemar. Biasanya gatal-gatal ialah ciri
utama yang terjadi sebelum penyakit kulit menjadi lebih parah. Hal ini
disebabkan karena adanya kandungan mineral yang beracun untuk kulit.
Adapun untuk memperbaiki kerusakan lingkungan
di daerah sungai ciliwung tersebut haruslah kita menanggulanginya, bisa dengan
cara :
1. Pengangkutan
Sampah
Pengambilan
sampah dari lokasi sungai memerlukan alat yang tepat, dimensi alat yang sesuai
dengan keadaan sungai dengan ketepatan gaya apung alat. Kami memikirkan alat
alternatif yang dapat berjalan di atas air. Karena keterbatasan akses lokasi
sampah, alat harus bisa mengapung di atas sungai dengan perbandingan berat
beban sampah yang diangkut kurang dari gaya ke atas alat.
Alat berbadan perahu, berjalan di atas air,
dengan net sampah di depan alat. Net ini mengangkut sampah dan meletakkannya di
badan tempat sampah ditampung sementara. Setelah penampungan sampah sementara
penuh, alat akan berjalan ke arah daratan di tepi sungai dan meletakkan sampah
di daratan yang selanjutnya diolah di pengolahan sampah. Di daratan yang
ditentukan, akan terdapat sabuk berjalan dimana sampah akan menuju tempat
pengolahannya, dengan pemisahan organik dan anorganik.
Spesifikasi alat mempunyai dimensi 60 x 40 cm,
menyesuaikan dengan badan sungai. Agar pembuatan alat efisien dapat digunakan
bahan seperti paralon bekas untuk pengapung kapal. Atau bahkan mainan anak
kecil yang sudah tidak terpakai. Alat mempunyai lengan dengan motor penggerak
sebanyak 2 buah, jaring dan baling-baling dibelakang alat. Sesuai dengan
dimensi alat dan bahan alat, alat dapat menampung sampah dengan estimasi
berat 0.1)kg.
Sistem kontrol alat berjalan secara otomatis
dengan sumber tenaga baterai dan panel surya. Alat dapat diprogram dan secara
otomatis melakukan pekerjaannya. Di bagian depan alat akan terdapat sensor
jarak untuk mengestimasi apakah terdapat sampah di bagian depan alat. Apabila
terdapat sampah lengan akan otomatis turun dan mengangkut sampah menuju tempat
penampungan sampah sementara di badan alat. Di bagian atas tempat penampungan
sampah sementara juga terdapat laser untuk mengindikasikan apakah sampah telah
mencapai batas maksimalnya. Dengan dimensi yang relatif kecil, keamanan alat
terjamin dalam penggunaannya.
Akan tetapi langkah penanggulangan setelah
sampah disungai ciliwung diangkut, masyarakat sekitar harus mampu untuk tidak
membuang sampah lagi ke sungai, cara – cara agar tidak membuang sampah lagi ke
sungai adalah perlakuan kita sendiri terhadap sampah tersebut, seperti :
·
Replace ( Mengganti )
Yaitu
mengganti barang-barang yang tidak tahan lama dan bisa menghasilkan banyak
sampah dengan bahan yang awet dan menghasilkan hanya sedikit sampah. Misalnya
gelas kaca. Untuk mengurangi sampah dan barang menjadi tahan lama, Gelas kaca
bisa kita ganti dengan gelas plastik yang tidak mudah pecah.
·
Reuse ( Memakai Kembali )
Yaitu
memanfaatkan kembali barang yang telah terpakai untuk membuat barang lain yang
bermanfaat. Misalnya kerajinan tangan, dan mainan.
·
Reduce ( Mengurangi )
Yaitu dengan mengurangi
pemakaian barang agar sampah yang dihasilkan akan berkurang juga.
·
Reycle ( Mendaur Ulang ), Yaitu mengolah sampah
menjadi barang baru yang bermanfaat.
Namun,
selain cara mengatasi masalah sampah dengan 4R, ada beberapa cara lagi untuk
menangani sampah yang berserakan dimana-mana. Yaitu.
·
Penimbunan Sampah
Yaitu
penanganan sampah dengan cara menimbun sampah di bawah tanah. Menimbun sampah
ini bertujuan agar bisa mempercepat penguraian dan mencegah timbulnya bau.
·
Pembakaran Sampah
Yaitu
penanganan sampah dengan cara membakar habis sampah agar musnah
·
Pengelompokan Sampah
Yaitu
dengan mengelompokan/memisahkan jenis sampah Organik dan Anorganik agar mudah
di daur ulang.
PEMBAKARAN HUTAN DI GUNUNG GUNTUR GARUT
Kepala
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah V Gede Putra mengatakan
kebakaran hutan di Gunung Guntur, Garut, Senin (4/9) malam diduga sengaja
dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal tersebut dilihat dari
sejumlah indikasi yang petugas temukan saat penyisiran di Gunung Guntur. Namun
Gede mengaku belum mengetahui motif pembakaran tersebut.
Kesengajaan
dalam pembakaran hutan tersebut otomatis akan membawa dampak bagi daerah
khususnya masyarakat disekitar, yaitu :
1. Timbulnya kabut asap
Akibat pertama yang akan ditimbulkan dari adanya
kebakaran hutan ialah kabut asap. Kabut asap merupakan akibat yang hampir
selalu terjadi ketika terjadi kebakaran hutan. Bagaimanapun juga api yang
membakar sesuatu pastilah menimbulkan asap, tak terkecuali api yang membakar
pepohonan yang ada di dalam hutan. Semakin banyak wilayah hutan yang terbakar
maka akan semakin banyak pula asap yang ditimbulkan dan semakin banyak pula
wilayah yang akan terkena bahaya kabut asap.
Selain dapat membuat udara tercemar, kabut asap ini juga
akan menghalangi jarak pandang seseorang sehingga kemungkinan banyak
transportasi umum tidak beroperasi dan juga kendaraan pribadi pun akan
kesulitan saat beroperasi di jalan- jalan. Hal ini lah yang sempat menjadi
bencana nasional pada tahun 2015 di Indonesia, bahkan hingga ke negara- negara
tetangga.
2. Matinya pepohonan
Dampak selanjutnya yang
akan ditimbulkan dari kebakaran hutan adalah matinya pepohonan. Ketika kita
membakar sesuatu, sudah menjadi suatu kewajaran apabila sesuatu tersebut akan
layu atau mati. Hal ini juga terjadi pada pepohonan yang ada di dalam hutan.
Ketika pohon- pohon yang
ada di hutan mengalami kebakaran, maka secara otomatis pohon tersebut akan
mati. Sedangkan kita sendiri mengetahui secara pasti bahwa pohon sangatlah
penting keberadaannya. Sehingga kita dapat membayangkan sendiri apa yang akan
terjadi apabila banyak pepohonan yang mati akibat kebakaran hutan. Hal ini
pastilah akan menimbulkan banyak dampak buruk seperti polusi udara karena
asapnya, kurangnya pasokan oksigen, tempat berlindung hewan- hewan manjadi
mati, dan lain sebagainya.
3. Matinya binatang
Selain pepohonan yang mati, tidak menutup kemungkinan
juga bahwa akan banyak binatang yang mati akibat kebakaran hutan. Hutan
merupakan rumah bagi banyak sekali binatang (baca: fungsi hutan). Bermacam-
macam binatang yang hidup di dalam hutan mulai dari mamalia, amfibi, reptil,
serangga, burung, dan lain sebagainya. Maka dari itulah ketika hutan mengalami
kebakaran tidak menutup kemungkinan bahwa binatang- binatang tersebut akan ikut
mati. Terebih bagi binatang- binatang habitat aslinya di hutan tersebut dan
sulit untuk melakukan penyelamatan diri. Oleh karena itulah ketika terjadi
kebakaran hutan maka banyak binatang yang akan mati dan menjadi langka.
4. Binatang tidak mempunyai tempat tinggal
Selain binatang- binatang
yang mati, masih tersisa pula binatang yang hidup. Binatang- binatang yang
masih hidup tersebut pada akhirnya akan kehilangan tempat tinggal karena hutan
telah rusak dan pepohonan yang berada di dalamnya yang notabene adalah rumah
mereka pun sudah mati.
Akibatnya habitat atau
lingkungan mereka juga akan mati dan mereka tidak akan mendapatkan hal- hal
yang menjadi alat untuk memenuhi kebutuhan mereka. Binatang- binatang tersebut
kemungkinan akan kesulitan mandapatkan makanan, air bersih, dan yang pasti
tempat tinggal untuk sekedar berteduh dan berlindung dari predator- predator
yang berkeliaran mencari mangsa.
5. Terganggunya keseimbangan alam
Dampak selanjutnya yang ditimbulkan dari kebakaran hutan
adalah terganggunya keseimbangan alam. Seperti yang kita ketahui bersama
bahwasannya salah satu fungsi yang dimiliki hutan adalah sebagai penyeimbang
alam, baik dengan menetralisir udara maun sebagai penyimpan cadangan air yang
ada di dalam tanah (baca: jenis-jenis air di Bumi). Ketika hutan yang menjadi
penyeimbang alam terbakar, maka secara otomatis keseimbangan alam menjadi terganggu.
Udara yang penuh polusi tidak ada penetralnya lagi, malah
akan tambah berpolusi karena kebakaran menimbulkan asap. Kemudian akar- akar
pohon tidak mampu menyerap air secara banyak lagi karena fungsi akar pohon
menjadi terganggu. Sejak saat itulah tanpa kita sadari keseimbangan alam
menjadi terganggu dan bahkan sangat terganggu. Oleh karena itulah kebakaran
hutan seringkali dikategorikan sebagai peristiwa alam yang sangat serius
keberadaannya dan harus segera ditangan serta dicegah agar tidak mudah terulang
kembali.
6. Banjir
Banjir seperti yang
kita ketahui bersama dapat ditimbulkan ketika hujan turun dengan lebatnya.
Banjir ini sangat memungkinkan terjadi apabila hutan terbakar dan pepohonan
menjadi mati. Hal ini karena akar pohon yang tidak berfungsi dengan baik. Oleh
karena itulah ketika hujan turun (terlebih dengan lebat dan intensitas yang
lama) maka hal ini akan otomatis akan menimbulkan banjir.
Banjir yang terjadi
di wilayah hutan akan sangat merugikan terlebih bagi manusia, binantang dan
tentu tumbuh- tumbuhan. Banjir yang terjadi di wilayah hutan ini akan berefek
menimbulkan erosi tanah karena tidak ada penopang untuk tanah dan juga akan
menimbulkan tanah longsor apabila wilayah tersebut adalah wilayah yang
berbukit- bukit. Oleh karena itulah sebisa mungkin banjir ini jangan sampai
terjadi dan melanda wilayah hutan karena hutan sendiri merupakan penyeimbang
alam yang harus selalu stabil kondisinya.
7. Kurangnya cadangan air di Bumi
Selain timbulnya banjir, ada pula dampak lain yang bisa
ditimbulkan dari kebakaran hutan, yakni kurangnya cadangan air yang ada di
dalam tanah. Jika banjir kemunginan akan melanda ketika musim hujan turun, maka
kekurangan cadangan air di Bumi akan melanda ketika musim kemarau tiba (baca:
pembagian musim di Indonesia). Kita telah mengetahui bersama bahwa fungsi akar
pohon salah satunya adalah menyerap dan menyimpan cadangan air di dalam Bumi.
Ketika akar pohon sendiri rusak dan tidak stabil
kondisinya, mana mungkin akar pohon tersebut dapat menjalankan fungsinya dengan
baik, termasuk juga fungsi menyimpan cadangan air. Tentu saja hal ini tidak
akan berfungsi dengan baik sehingga cadangan air yang ada di dalam tanah akan
menipis dan bahkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari.
8. Polusi udara
Terjadinya polusi udara merupakan dampak yang tidak bisa
dipisahkan dari kebakaran hutan. Bagaimanapun juga asap yang bisa ditimbulkan
dari kebakaran hutan ini akan dapat menyebar ke wilayah sekitar sehingga akan
menimbulkan polusi udara yang akan merambah ke wilayah- wilayah sekitarnya,
bahkan radius beberapa kilometer.
Polusi udara ini tidak hanya berasal dari asap yang
ditimbulkan semata, namun juga bersal dari gas- gas merugikan yang ditimbulkan
akibat dari kebakaran hutan. Gas- gas yang banyak ditimbulkan seperti halnya
karbon, dan juga gas- gas rumah kaca lainnya. Polusi udara ini tentu saja akan
menimbulkan banyak sekali kerugian yang tidak hanya dirasakan oleh manusia saja
namun juga makhluk hidup yang lainnya.
9. Menimbulkan banyak penyakit
Dampak selanjutnya yang
dapat timbul akibat kebakaran hutan adalah timbulnya berbagai macam bibit
penyakit. Penyakit- penyakit ini menyerang manusia, binatang, dan juga tumbuh-
tumbuhan. Penyakit yang sering timbul akibat kebakaran hutan terutama yang
berhubungan dengan pernafasan. Karena bagaimanapun juga, asap yang ditimbulkan
dari kebakaran hutan ini secara otomatis akan berbaur dengan udara yang selalu
dihirup manusia dan juga hewan.
Asap yang dihirup ini
tentu saja akan menyebabkan berbagai penyakit seperi ISPA dan gangguan paru-
paru dan saluran pernafasan lainnya. Banyak kasus yang menyebutkan manusia
meninggal karena terjangkit penyakit pernafasan saat terjadi kebakaran hutan
yang menimbulkan kabut asap. Selain masalah atau gangguan pernafasan, masih
banyak lagi jenis penyakit yang dapat ditimbulkan karena kebakaran hutan ini.
Contoh lainnya adalah iritasi pada mata ataupun kulit.
10. Terjadinya erosi tanah
Erosi tanah juga merupakan salah satu dampak yang dapat
ditimbulkan dari adanya kebakaran hutan. kebakaran hutan yang akan mematikan
banyak pepohonan yang hidup di dalam hutan ini pada akhirnya, ketika hujan
turun akan menyebabkan air akan sulit terserap ke dalam tanah dan akan melewati
permukaan tanah. Hal ini berakibat terkikisnya permukaan tanah atau disebut
juga dengan erosi tanah. Hal semacam ini apabila tidak segera ditangani maka
akan menyebabkan berbagai masalah lainnya yang akan timbul.
Itulah beberapa dampak yang akan ditimbulkan, baik yang
sering maupun kemungkinan dampak yang ditimbulkan dari terjadinya kebakaran
hutan. Mengingat ada banyak sekali dampak yang dapat ditimbulkan, maka hal ini
memberikan rambu- rambu kepada kita agar kita lebih waspada dalam menjaga hutan
kita. Jangan sampai terjadi sesuatu hal yang tidak diharapakan menimpa hutan
yang menjadi penyeimbang alam kita ini. Bagaimanapun juga manusia adalah yang
bertanggung jawab atas lestarinya hutan yang ada di Bumi.
Adapun
langkah langkah masyarakat disekitar gunung Guntur untuk menanggulangi
pembakaran hutan tersebut adalah sebagai berikut :
·
Memperhatikan
wilayah hutan dengan titik api yang cukup tinggi yang dapat memicu terjadinya
kebakaran hutan. Wilayah titik api ini harus diperhatikan ketika kemarau
panjang terjadi.
·
Tidak
membuka lahan atau perkebunan dengan cara membakar hutan.
·
Tidak
membuang puntung rokok secara sembarangan di hutan.
·
Tidak
meninggalkan api unggun dalam hutan. Api unggun harus dipadamkan terlebih
dahulu jika ingin meninggalkan hutan.
·
Melakukan
patroli hutan secara berkala untuk mengecek kondisi hutan.
·
Melakukan
pemotretan citra secara berkala terutama di wilayah dengan titik api yang
tinggi.
·
Menyediakan
mobil pemadam kebakaran yang siap untuk digunakan.
·
Apabila
terjadi kebakaran hutan berskala kecil, maka lakukan penyemprotan secara
langsung ke daerah yang terbakar.
·
Jika
kebakaran terjadi dalam skala besar, maka lakukan penyemprotan air dari udara
menggunakan helikopter juga membuat hujan buatan.
Kerusakan
Terumbu Karang di Raja Ampat
Sumber
: kompas.com
Dampak
dari kerusakan terumbu karang :
Kerusakan
Ekosistem terumbu karang terjadi sebagai akibat pengetahuan nelayan yang kurang
memahami dampak kegiatan yang ditimbulkan, hal ini dapat dibuktikan dengan kondisi
terumbu karang di perairan desa Tongali sebagai loksi penelitian termasuk rusak
jelek hingga rusak sedang dengan prosentase tutupan karang hidup/karang keras
(hard coral) sebesar 11.63 % sampai 30.25 %. Selanjutnya di lokasi pembanding
sekitar perairan desa Biwinapada dapat dikategorikan rusak sedang hingga baik
dengan prosentase tutupan karang hidup/karang keras (hard coral) sebesar 31.45
% hingga 50.81 %.
Dampak
yang ditimbulkan akibat kerusakan ekosistem terumbu karang ber- pengaruh
terhadap hasil penangkapan ikan oleh nelayan tradisional yaitu adanya ke-
cenderungan menurunnya hasil tangkapan pada lima tahun terakhir yakni 4.30 ton
(25.95 %) pada tahun 2006 dan 2.47 ton (14.91 %) pada tahun 2010. Hal ini dapat
didukung oleh hasil kuesioner, bahwa 100 responden menyatakan hasil tangkapan
ikan menurun pada musim ikan maupun pada musim paceklik.
Faktor sosial
ekonomi tingkat pendidikan,
tingkat pendapatan dan kesem- patan kerja lain berkorelasi positif terhadap
sikap dan persepsi (perilaku) masyarakat terhadap ekosistem terumbu karang.
Yang paling besar pengaruhnya adalah tingkat pendidikan yaitu 53.33 % sampai
68.57 % masyarakat berpendidikan rendah berpersepsi negatif terhadap ekosistem
terumbu karang. Alternatif pemecahan masalah adalah dengan peningkatan dan
pemerataan kesempatan mendapatkan pendidikan bagi masyarakat dapat meningkatkan
pendapa- tan dan membuka kesempatan kerja seluasluasnya bagi masyarakat.
Dalam
menanggulangi permasalahan kerusakan terumbu karang yang ada sehingga tidak
berkelanjutan dan menyebabkan kerusakan yang berdampak lebih besar lagi, maka
diperlukan solusi yang tepat untuk menekan terjadinya hal tersebut seperti :
1. Peningkatan
kesadaran masyarakat dan nelayan akan bahaya yang ditimbulkan dari kerusakan
terumbu karang.
2. Peningkatan
pemahaman dan pengetahuan masyarakat dan nelayan tentang terumbu karang.
3. Melakukan
rehabilitasi terumbu karang.
4. Membuat
alternatif habitat untuk mengatasi karang sebagai habitat ikan sehingga daerah
karang alami tidak rusak akibat penangkapan ikan.
5. Mencari akar-akar penyebab dari masing-masing
masalah yang timbul dan mencarikan solusi yang tepat untuk mengatasinya.
6. Melakukan penegakan hukum mengenai terumbu
karang khususnya dalam hal pemanfaatan yang bertanggung jawab.
Adapun hal-hal yang
harus dilakukan masyarakat dan nelayan dalam mengantisipasi kerusakan terumbu
karang yang semakin parah, diantaranya yaitu sebagai berikut :
1. Tidak
membuang sampah ke laut dan pantai yang dapat mencemari air laut.
2. Tidak
menyentuh terumbu karang saat menyelam, satu sentuhan saja dapat membunuh
terumbu karang.
3. Tidak
melakukan pemborosan air, semakin banyak air yang digunakan maka semakin banyak
pula limbah air yang dibuang ke laut.
4. Tidak
melakukan pembangunan pemukiman di area sekitar terumbu karang.
5. Tidak melakukan
penangkapan ikan dengan cara yang salah seperti pemakaian bom ikan.
Selain
itu, adapun upaya yang dilakukan yakni dengan melibatkan masyarakat untuk
bekerja sama dalam menanggulangi kerusakan ekosistem terumbu karang. Yakni
masyarakat diharapkan mampu menjawab persoalan yang terjadi di suatu wilayah
berdasarkan karakteristik sumber daya alam dan sumber daya manusia di wilayah
tersebut.
Banjir Bandang Di Garut
Banjir merupakan salah satu
kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh 2 faktor yaitu alam dan manusia,
ketidak stabilan cuaca dan kurangnya saluran pembuangan air akan menyebabkan
banjir jika tidak segera ditanggulangi. Seperti banjir di garut pada September
2016 yang diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi dengan intensitas 255 milimeter, sementara sebelumnya juga terjadi hujan
sehingga tanah mengalami kejenuhan menyerap dan terjadi pendangkalan dan
penyumbatan saluran-saluran air, selain dari faktor alam, Selain faktor alam,
penyebab terjadinya bencana banjir bandang di Garut beberapa hari lalu juga
dikarenakan perubahan tata guna lahan yang tidak sesuai dengan kondisi alamnya,
dimana sekarang hutan-hutan lestari di garut dijadikan TWA atau taman wisata alam,
dimana pengelola nya bisa bekerjasama dengan perusahaan dan membangun berbagai
macam sarana yang menyebabkan berkurangnya area hijau di hutan tersebut,
dibangunnya sarana dan prasarana oleh perusahaan tersebut seperti di fasilitasi
jalan, hotel, tempat makan yang akan menghancurkan sebagian lahan hijau hutan
tersebut. Di Garut tidak sedikit hutan yang sudah dijadikan TWA yang tidak
sesuai dengan aturan.
Cara
penanggulangannya, yaitu membuat fungsi sungai dan selokan dapat bekerja dengan
baik. Sungai dan selokan adalah tempat aliran air sehingga jangan sampai
tercemari dengan sampah atau menjadi tempat pembuangan sampah yang akhirnya
menyebabkan sungai dan selokan menjadi tersumbat, melakukan reboisasi tanaman
di lahan lahan gundul, dan melarang di dirikannya TWA atau taman wisata alam
karena hal itu akan merusak kelestarian alam itu sendiri.
Kerusakan Lingkungan
Akibat Industri di Banten
Kerusakan lingkungan hidup di Indonesia semakin hari semakin
parah. Kondisi tersebut secara langsung tlah mengancam kehidupan manusia.
Tingkat kerusakan alam pun meningkatkan resiko bencana alam. Penyebab
terjadinya kerusakan alam dapat disebabkan oleh kedua faktor yaitu akibat
peristiwa alam dan akibat ulah manusia. Kerusakan lingkungan hidup dapat
diartikan sebagai proses deteriorasi atau penerunan mutu (kemunduran)
lingkungan. Deteriorasi lingkungan ini ditandai denga hilangnya sumber daya
tanah, air, udara, punah nya flora dan fauna liar, dan kerusakan ekosistem.
Kerusakan lingkungan hidup memberikan dampak langsung bagi kehidupan
manusia seperti tercemarnya lingkungan. Pencemaran lingkungan adalah perubahan
lingkungan yang tidak menguntungkan, sebagian karena tindakan manusia,
disebabkan perubahan pola penggunaan energi dan materi, tingkatan radiasi,
bahan-bahan fisika dan kimia, dan jumlah organisme. Perbuatan ini dapat
mempengaruhi langsung manusia, atau tidak langsung melalui air, hasil
pertanian, peternakan, benda-benda, perilaku dalam apresiasi dan rekreasi di
alam bebas. Pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh industrialisasi dapat
meliputi pencemaran udara, air dan tanah.
Dalam menyikapi terjadinya pencemaran atau degradasi
lingkungan akibat teknologi industri, perlu adanya itikad yang kuat dan
kesamaan persepsi dalam lingkungan hidup sebagai upaya-upaya yang dilakukan
dalam pembangunan ekonomi. untuk mendapatkan mutu lingkungan hidup yang baik,
agar dapat dimanfaatkan secara optimal maka manusia diharuskan untuk mampu
memperkecil resiko kerusakan lingkungan. Pengelolaan lingkungan hidup dapatlah
diartikan sebagai usaha secara sadar untuk memelihara atau memperbaiki mutu
lingkungan agar kebutuhan dasar kita dapat terpenuhi dengan sebaik-baiknya. Contohnya
seperti Menerapkan
penggunaan teknologi yang ramah lingkungan pada pengelolaan sumber daya alam,
untuk mengurangi aliran permukaan serta untuk meningkatkan resapan air sebagai
air tanah, maka diperlukan pembuatan lahan dan sumur resapan dan Reboisasi di
daerah pegunungan, dimana daerah tersebut berfungsi sebagai reservoir air, tata
air, peresapan air, dan keseimbangan lingkungan.
Pencemaran Air Sungai Citarum di Bandung
Sungai
merupakan salah satu komponen lingkungan yang memiliki fungsi penting bagi
kehidupan dan dalam kehidupan manusia. Salah satu fungsi utama
sungai saat ini adalah sebagai sumber air untuk pengairan lahan pertanian dan
untuk memenuhi kebutuhan air bersih, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun
dalam kegiatan sektor perindustrian. Kelestarian fungsi lingkungan sungai dapat
terancam oleh penurunan kualitas airnya. Gejala penurunan kualitas air sungai
sekarang ini telah diamati secara mudah terutama gejala pencemaran yang
terindera seperti : kebusukan air, kehitaman air, kekeruhan, warna air yang non
alami, bau dan efek iritasinya pada kulit manusia dan hewan. Pencemaran air
sungai perlu dikendalikan seiring dengan pelaksanaan pembangunan agar fungsi
sungai dapat dilestarikan untuk tetap mampu memenuhi hajat hidup orang banyak
dan mendukung pembangunan secara berkelanjutan.
Pencemaran air sungai ini disebabkan oleh banyaknya air
limbah yang masuk kedalam sungai yang berasal dari berbagai sumber pencemaran
yaitu dari limbah industri, domestik, rumah sakit, peternakan, pertanian dan
sebagainya. Dalam rangka pengendalian pencemaran air sungai, diperlukan
Pemantauan dan Evaluasi kualitas air sungai lintas di Jawa Barat. Dengan
pencemaran air akan merusak ekosistem sungai. Kebanyakan pencemaran dari
pembuangan Industri yang membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya
seperti logam berat, toksin organik, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah
tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit
listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air.
Sebenarnya kita sendiri dapat mengurangi pencemaran air, hal
ini dapat dilakukan dengan cara mengurangi jumlah sampah yang kita
produksi setiap hari, mendaur ulang, mendaur pakai, dan tidak membuang sampah
ke bantaran sungai, jangan membangun bangunan di sekitar sungai karena itu
bisa mempersempit aliran sungai Perlunya kesadaran masyarakat bandung
untuk mengelola sungai, seperti mengadakan kerja bakti untuk membersihkan
aliran sungai.
Kepunahan Massal Ke-6 Sedang
Terjadi, dan Manusialah Penyebabnya
Tak
ada yang tahu kapan kiamat akan terjadi. Namun kini, dunia telah memulai proses
kepunahan massal, dan manusia bisa menjadi salah satu korban pertama dari
proses kepunahan massal tersebut. Para ahli sepakat menyebutnya sebagai kepunahan
massal keenam.
Berdasarkan
penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science Advances, terungkap bila
spesies makhluk hidup di bumi akan terus berkurang dalam jumlah yang mengerikan
jika hal ini terjadi.
Studi
yang dipimpin oleh ahli dari Stanford University, Princeton University, dan
University of California, Berkeley, Amerika Serikat menyatakan, saat ini dunia
sedang kehilangan beberapa spesiesnya dalam tingkat kecepatan yang sangat
tinggi.
“Tanpa
keraguan signifikan, kita saat ini sedang memasuki peristiwa besar, yaitu
kepunahan massal keenam,” kata salah satu peneliti, Paul Ehrlich, seorang
profesor Universitas Stanford biologi. Dalam 4,5 miliar tahun umur Bumi, sudah
ada 5 kepunahan massal yang terjadi. Kepunahan massal terjadi 65 juta tahun silam,
yang membawa kepunahan dinosaurus.
Rata-rata,
Bumi mengalami dua kepunahan di antara 10.000 jenis mamalia per 100 tahun. Dari
data yang berhasil dipelajari, tingkat kepunahan hewan bertulang belakang
meningkat hingga 114 kali lipat dalam seratus tahun terakhir dibanding standar
kepunahan ‘normal’ yang sudah dibuat ilmuwan. Untuk memulihkan kembali apa yang
sudah terlanjur rusak, maka dibutuhkan jutaan tahun bagi alam untuk kembali
pulih.
Katak
emas Panamian yang dinyatakan punah di alam oleh IUCN. Foto : Rhett A. Butler
Dari
hasil penelitian, maka sejak tahun 1900, lebih dari 400 vertebrata lebih dari
yang diharapkan telah lenyap. Hewan yang hilang termasuk 69 mamalia, 80 burung,
24 reptil, 146 jenis amfibi, dan 158 jenis ikan, dan saat ini bayang-bayang
kepunahan telah menyelimuti lebih dari 26 persen dari semua spesies mamalia dan
41 persen dari semua amfibi.
Tahun
2015 Adalah Tahun Kebakaran Hutan dan Bencana Kabut Asap Terburuk dan
Terpanjang di Indonesia
Krisis
asap yang diciptakan oleh kebakaran hutan di Indonesia merupakan kejadian
tahunan, tapi tahun 2015 menjadi yang paling buruk karena El Niño membuat musim
hujan tertunda dan memyebabkan banyak daerah mengalami kekeringan. Bahkan,
kabut tahun ini mungkin bahkan telah terburuk dalam sejarah, dengan Indonesia
sendiri melaporkan korban tewas 19, dan setengah juta warga menderita penyakit
pernapasan.
Kebakaran
hutan dan kabut asap yang dihasilkan tidak hanya membahayakan kesehatan
manusia, namun, seperti satwa liar juga merasakan dampaknya, dan kemampuan
reproduksi dan fotosintesis tanaman juga berkurang. Kebakaran juga melepaskan
sekitar 600 juta ton karbon ke atmosfer, menurut data Global Api Emisi, yang
akan memberikan kontribusi terhadap pemanasan global dan, pada gilirannya,
membuat kebakaran hutan di masa depan akan lebih buruk.
Tentu
saja, Indonesia bukan satu-satunya negara yang terkena dampak kabut: gambar
satelit yang dirilis oleh NASA menunjukkan kabut asap menyelimuti sebagian
besar Asia Tenggara.
Garis merah menunjukkan hot spot. Asap tebal abu-abu
melayang di atas kedua pulau dan memicu peringatan kualitas udara dan
peringatan kesehatan di Indonesia dan negara-negara tetangga . Sumber : /NASA
LANCE MODIS.
Kondisi asap dan hotspot saat kebakaran hutan di Indonesia
pada 2015. Foto : NASA Earth Observatory / LANCE MODIS Rapid Response.Jepang Terselubung Polusi Udara Cina
Penerbangan dibatalkan, jarak pandang berkurang jauh akibat
awan pasir yang bertiup ke sejumlah wilayah di Jepang. Warga diimbau untuk
memakai masker dan tinggal di rumah.
Asap
kotor berwarna kuning-coklat mulai menyelimuti Teluk Tokyo hari Minggu (10/3),
menutupi jembatan Yokohama, dermaga dan distrik Minato Mirai penuh dengan toko,
hotel serta kincir ria terbesar di Jepang dengan kabut debu. Banyak warga terlihat
tersedak seraya menutupi mulut mereka dengan sapu tangan.
Kota-kota
di Cina termasuk yang paling terpolusi di dunia
Akhir
pekan lalu Badan Meteorologi Jepang telah memprediksi dampak badai pasir di
wilayah utara Cina dan Mongolia terhadap wilayah Kanto di sekitar Tokyo.
Program
berita menayangkan grafik penuh warga menunjukkan perkembangan awan asap saat
melintasi Kyushu. Situs Kementerian Lingkungan Jepang hampir kelebihan beban
melayani warga yang khawatir dan ingin tahu seberapa serius situasi di
permukiman mereka.
Hari
Sabtu (9/3), pemerintah kota Fukuoka mengumumkan bahwa jumlah rata-rata polutan
beracun di udara berada di atas standar resmi nasional dalam dua hari
berturut-turut. Standar ditetapkan pada level 35 mikrogram per meter kubik, tapi
kini mencapai 42 mikrogram dan sejak 15 Februari lalu sudah tiga kali melebihi
standar.
Jarak pandang berkurang
Polutan
mengurangi jarak pandang di sejumlah bagian wilayah utara Kyushu hingga
sependek 6 kilometer akhir pekan lalu dan mendorong pemerintah lokal
mengeluarkan peringatan kepada warga untuk tinggal di rumah dan menggunakan
masker saat keluar untuk menghindari penghirupan debu. Warga juga diimbau untuk
tidak menjemur di luar ruangan serta menghindari berolahraga atau melakukan
aktivitas outdoor lainnya.
Polusi
udara mencapai level berbahaya di Cina pertengahan Januari
Kota-kota
di bagian selatan Jepang juga melaporkan kondisi serupa, dengan jarak pandang
berkurang hingga 5 kilometer di Matsue, pesisir utara pulau Honshu, dan jarak
pandang 8 kilometer di Osaka, Kyoto dan Nagoya.
Penerbangan
terkena dampak berkurangnya jarak pandang, begitu juga dengan layanan kereta
cepat dan lalu lintas kendaraan di jalan tol.
Badai
pasir juga menyebabkan suhu tinggi di berbagai penjuru Jepang. Suhu di Tokyo
mencapai 25,3 derajat Celcius - suhu tertinggi untuk bulan Maret sejak tahun
1876 menurut laporan media nasional NHK.
'Adidaya
polusi'
Majalah
berita Shukan Bunshun menyebut Cina sebagai 'adidaya polusi' dan menyalahkan 300 juta
ton limbah non-industri yang dihasilkan Cina setiap tahun, dan hanya 157 juta
ton yang diproses secara tepat.
Majalah
mingguan Shukan Taishu menilai kualitas udara yang buruk sebagai penyebab
kematian 300 ribu warga Cina setiap tahun dan 600 ribu lainnya masuk rumah
sakit karena keluhan pernafasan.
Menteri
Lingkungan Jepang dan Cina - serta rekan sejabat mereka dari Korea Selatan,
yang juga terkena dampak buruk emisi industri Cina - dijadwalkan bertemu bulan
Mei mendatang untuk mencari cara untuk mengurangi polusi udara.
Sampah Kiriman dan Pentingnya Membaca
Berbeda
dengan kasus-kasus biasanya, kali ini kersakan lingkungan yang terjadi faktor
tamanya bukan disebabkan oleh masyarakat sekitar, melainkan dari manusia yang
tidak sadar akan dampak yang mereka lakukan, terlihat sampah berserakan di
pinggir jalan dan bahu jalan, kerusakan ligkungan ini terjadi di daerah Garut
tepatnya di Desa Sindangsuka Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut.
Sampah
yang tidak beraturan ini merupakan sampah kiriman dari pabrik-pabrik baik dari
makananan yang membusuk seperti dari pabrik roti, tak jarang pada tumpukan
sampah tersebut terdapat roti-roti yang sudah tidak layak dikonsumsi. Jenis
sampah yang terdapat ditumpukkan itu beragam sampah organik dan anorganik
seperti smpah plastik. Sering juga ditemui orang yang bukan asli penduduk di
sana sengaja membuang limbah rumah tangga seperti popok bayi, limbah plastik
bekasan sabun dan lain sebagainya. Hal ini sudah menjadi kebiasaan karena telah
berlangsung bertahun-tahun. Tentu tidak sedikit dampak yang diakibatkan dari
sampah ini diantaranya pencemaran udara dari membusuknya limbah organik yang
bercampur dengan bahan kimia yang di ada didalam kandungna sampah, longsor
akibat tanah yang tidak mampu menahan beban sampah ketika hujan, longsoran itu
jatuh tepat sejajar dengan selokan yang berada dibawahnya, hingga selokannya
mampet dan banjir hingga meluap kepesawahan yang ada dibawahnya. Membusuknya
sampah-sampah ini mengundang binatang bintang seperti lalat dan anjing hingga
kenyamanan masyarakat terganggu. Inti dari permasalahan ini adalah tidak adanya
kesadaran dalam dirinya bahwa menjaga lingkungan itu penting, mereka tidak
memikirkan dampak atas perbuatan mereka, tindakan yang tidak manusiawi ini
mungkin tidak merugikan dirinya namun sangat merugikan orang lain(warga
sekitar).
Upaya
dalam penyelesaian permasalahan juga tidak sedikit yang telah dilakukan, dari
mulai bergotong royong membersihkannya, masyarakatpun telah melapor maslah ini
kepada pihak berwajib, menindaki orang yang kepergok membuang sampah di sana.
Anehnya, telah dipasang juga larangan “DILARANG MEMBUANG SAMPAH DI SINI” namun
tetap saja larangan itu tidak berpengaruh apapun, ada saja orang yang dengan
enaknya membuang sampah di sana. Orang yang tidak berpenidikan sekalipun pasti
dapat membacanya namun mungkin karena kurangnya minat membaca sampai kejadian
ini terjadi. Itulah peilaku manusia melakukan perbuatan yang saah padahal tahu
betul perbuatan seperti itu tidak boleh dilakukan, serta keegoisan yang tinggi
hingga tidak memedulikan dampak bagi orang lai atas apa yang mereka perbuat.
Referensi
·
nationalgeographic.co.id/lihat/berita/1410/ketika-gunung-api-dikalahkan-manusia
·
id.wikipedia.org/wiki/Pencemaran_udara
·
Gambar
: greencorner.blogdetik.com
·
Gambar:
id.wikipedia.org
- https://alamendah.org/2010/09/27/penyebab-dan-dampak-pencemaran-air-oleh-limbah-pemukiman/
- https://alamendah.org/2014/09/28/kerusakan-lingkungan-akibat-proses-alam/
·
https://sivitasakademika.wordpress.com/2015/08/27/dampak-pencemaran-air-sungai-terhadap-kesehatan/
·
http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2011/02/05/134324/pencemaran-sungai-ciliwung-sangat-parah
·
http://jakartaraya.indopos.co.id/read/2017/09/12/109944/Waduh-Sampah-di-Kali-Capai-7000-Ton-per-Hari
- http://www.dw.com/id/jepang-terselubung-polusi-udara-cina/a-16666360
- http://www.mongabay.co.id/2016/01/14/15-berita-lingkungan-utama-dunia-di-2015/.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar